Bojonegoro rednews.co.id- Warga masyarakat Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pastinya bangga mempunyai seorang Bupati Wanita pertama yang akrab dengan sapaan Bu”e mempunyai kaebijakan dalam mengelola anggaran dan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan APBD demi kesejajteraanmasyarakatnya. Pasalnya tidak mudah mengelola daerah yang bersumber daya alam luar biasa besarnya, terutama minyak dan gas bumi ( Migas) di Banyu Urip, Jambaran-Tiung Biru dan lapangan minyak Sukowati yang menghasilkan nominal 1,3 triliun per tahun dari dana bagi hasil tambang. Hal tersebut dapat maenambah PAD dan anggaran pendapatan dan belanja daerah ( APBD). Dengan anggaran tersebut telah terbukti dengan diwujudkannya pembangunan infrastruktur baik berupa jalan, jembatan, dan program prioritas lainnya termasuk juga penanggulangan kemiskinan dengan memprioritaskan pemerataan pembangunan dari kota hingga sampai pelosok desa. Dan bukan rahasia umum lagi, selain kebijakannya ,Bu’e juga tak jarang menyabet penghargaan dari Pemerintah Pusat . Diantaranya penghargaan yang baru saja diterima dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan berhasil meraih peringkat tertinggi nomor 10 se-Indonesia dalam evaluasi kinerja pemerintahan daerah.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu bukti keberhasilan capaian kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai sektor pembangunan, pendidikan, dan kesehatan, pekerjaan umum, sosial, ketertiban dan keamanan. Selain itu, Bu’e juha menginisiasi dana abadi pendidikan berkelanjutan daerah. Nantinya, diharapkan dapat menciptakan keadilan antar generasi melalui penjaminan akses pendidikan yang sifatnya berkelanjutan. Perencanaan dana abadi pendidikan ini, telah memiliki beberapa dasar hukum, antara lain Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah Pasal 1 angka 83, Pasal 149 ayat 2, Pasal 164 ayat 1, Pasal 164 ayat 2 dan Pasal 164 ayat 3. Tujuan pembentukan dana abadi pendidikan untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan generasi berikutnya,” papar Bupati menggelar rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terkait Raperda dana abadi pendidikan berkelanjutan di ruang rapat paripurna DPRD beberapa waktu lalu.
Dana abadi pendidikan tersebut memiliki beberapa sumber, antara lain pendapatan DBH Migas, pendapatan investasi dan juga sumber lain yang sah. Untuk mendapatkan anggaran, dana abadi tersebut akan dibentuk secara bertahap selama tiga tahun anggaran.
Dikutib dari pemaparan LKPJ Bupati tahun 2022 yang lalu, Bupati Anna menyampaikan capaian 11 indikator makro, di antaranya pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Untuk pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu tolok ukur fundamental ekonomi daerah tanpa memperhitungkan sektor migas mengalami peningkatan sebesar 2,49 poin dari tahun sebelumnya yakni dari 3,55 persen di tahun 2021 naik menjadi 6,04 persen di tahun 2022. Sedangkan IPM Kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. IPM Bojonegoro tahun 2022 adalah sebesar 70,12 atau tumbuh 0,77 persen (meningkat 0,53 poin) dibandingkan capaian tahun sebelumnya 2021 sebesar 69,59. “Kabupaten Bojonegoro merupakan satu-satunya di Jawa Timur yang IPM-nya naik kelas dari IPM berkategori sedang ke tinggi,” jelasnya. Sedangkan angka kemiskinan Kabupaten Bojonegoro mengalami penurunan sebesar 1,06 persen, yakni 12,21 persen pada tahun 2022 dan 13,27 persen pada tahun 2021. Dengan kata lain, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2022 mengalami penurunan sebanyak 13.120 jiwa. Pada 2021, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bojonegoro sebesar 166,52 ribu jiwa menjadi 153,40 ribu jiwa di tahun 2022.
Penurunan kemiskinan tersebut menunjukkan bahwa arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terutama 17 program prioritas yang selama ini dilaksanakan sudah berdampak efektif terhadap 3 (tiga) aspek. Yaitu aspek pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, dan mengurangi kesenjangan wilayah. “Kemiskinan itu setiap daerah berbeda-ada. Ada standar garis kemiskinan yang berbeda dengan kabupaten lain,” ujar Bupati Anna. (rls/red)

