Manan Sikapi Minyak Goreng Langka

BOJONEGORO rednews.co.id -,Maraknya Penjualan minyak goreng via On line di media sosial ( Sosmed ) disikapi Manan Selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Independen Peduli Rakyat Bojonegoro (PIPRB). 18/02/2022.
Manan menyayangkan kondisi yang tengah terjadi sekarang ini. Pasalnya usaha kecil nenengah (UKM) sedang kesulitan bahan dari kedelai sampai minyak goreng. Menurutnya hal tersebut disebabkan maraknya penjualan minyak goreng secara on line di sosmed maupun lewat WA group ibu ibu rumah tangga. Dikarenakan minyak goreng termasuk sembako, maka tak khayal lagi mengakibatkan terjadinya antrian panjang dan menjadi langka, endingnya dipermainkan para pelaku usaha dalam mencari keuntungan akhirnya minyak goreng menjadii langka,,” sudah nyata seperti itu, kenapa belum ada tanda pihak berwajib melakukan penangkapan pada reseller reseller nakal yang menimbun minyak goreng tersebut,” Ungkapnya.
Menurutnya, bisa jadi reseller tersebut dirumah menyimpan lebih beberapa dus, sampai di promokan di sosmed, mestinya aparat penegak hukum bisa cek lewat distributor yang mengirim  minyak tersebut kemana dan untuk siapa?.”Hari begini hak rakyat kecil kok masih dikebiri  para pemodal besar.” apalagi hal tersebut menyangkut minyak subsidi,” Keluhnya.
Manan yang juga aktifis kemanusiaan sekaligus kepala Badan Serba Guna (Baguna) salah satu Underbaw Partai, DPC PDIP Bojonegoro tersebut juga menjelaskan, Ada dua hal yang harus dilakukan oleh pemerintah saat ini, yaitu  pemerintah harus gencar mengadakan operasi Pasar dan aparat penegak hukum harus tegas dengan memproses secara hukum apabila ada orang per orang atau badan yang sengaja menimbun minyak goreng tersebut, jelasnya.
Masih menurut Manan, dirinya berharap Pemerintah Pusat maupun daerah harus serius dalam melakukan upaya prefentiv agar minyak goreng yang mestinya diperuntukkan rakyat kecil tersebut ada dan tersedia.  menanggulangi agar tidak menjadi permainan pemodal pemodal yang mengeruk keuntungan dalam moment minyak langka ini, apalagi saat ini Presiden sedang giat giatnya memulihkan ekonomi secara serius”Harapnya.
Manan menambahkan, dalam kelangkaan minyak goreng ini belum ada penimbun atau Distributor yang menjadi tersangka atau ditangkap, meskipun sekarang orang selalu menduga dan menduga ada penimbunan barang dan di jual secara On line.
“Sampai saat ini saya belum mendengar penjual atau reseller yang menjadi tersangka penimbunan barang, atau distributor yang ditangkap karena memainkan barang subsidi lewat reseller hinga menyebabkan minyak goreng langka, kelangkaan minyak Goreng ini hampir 1 bulan lebih looh” jelasnya.
Dalam pantauan Awak media ditiap tiap group ada yang mulai promo dan yang menawarkan minyak goreng dan juga sempat di buly para Nitizen.
Ibu rumah tangga yang bernama Dalifa nur juga mengeluhkan dengan maraknya Reseller yang promo minyak goreng di Sosmed, hal tersebut ditangkapan beranda Facebook Awak media Dalifa Nur menyikapi minyak goreng yang semakin langka dan menghilang, tapi sayangnya dengan ulah penimbun marak namun Pejabat tidak reaksi.”Ulah penimbun marak tapi para pejabat daerah enak_enak tidur tanpa reaksi” Keluhnya.Dalifah Nur juga menceritakan untuk mendapatkan minyak goreng 1 liter saja  anaknya harus antri di salah satu supermarket satu hari penuh.( takim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *