Ponorogo rednews.co.id- Disbudparpora gelar lomba karawitan PKK. Hal tersebut semenjak covid baru di gelar kali ini .”Adapun jeda waktu di masa covid sampai sekarang sudah tiga tahun dan baru diadakan sekarang ini yang dibiayai APBD,” “kata Yuda Kadisbudparpora.Pagelaran lomba karawitan tersebut bertempat di pendopo Agung kabupaten,Selasa (14/3/2023).
Dalam giat tersebut di hadiri Sugiri Sancoko,Bupati Ponorogo, Yudha Kadisbudparpora,ibu-ibu PKK,para peserta lomba,Kominfo,dewan juri , Joko Widodo dalang cilik Trenggalek dan segenap undagan yang hadir.
Menurut Yudha ,kegiatan tersebut berupa karawitan PKK Se kabupaten Ponorogo 2023 ini yang pertama semenjak Pandemi Covid. mempunyai gamelan telah terinskripsi unlistic di ICH Unesco.”Oleh karena itu bagaimana proses mentransmisikan, meregenerasikan,sehingga gamelan yang telah terinskripsi ICH Unesco ini dapat di lestarikan,dapat diregenerasikan oleh kabupaten ,” Tandasnya. Kalau gamelan sudah terinscripsi di Unesco, dalam waktu dekat ini reyog ponorogo akan segera terinscribsi di ICH Unesco, Paparnya..
Hal senada juga disampaikan Kang Bupati Giri dalam sambutanya , dirinya mengatakan, melalui budaya mampu berbuat apa saja,” Katanya. Dikatakanya, disetiap sektor dirinya selalu mencoba menggali mulai dari menggelar festival reyog cilik hingga reyog dewasa.Tidak hanya itu saja, namun juga digalakan pada anak-anak untuk bisa ngaji karena itu penting.Menurutnya alam semesta ini adalah amanah untuk mencari bonus demografi. Dan moral itu disiapkan melalui ngaji pada anak anak.
Sementara itu kang Giri juga mengatakan ,di Ponorogo ternyata banyak hafiz Qur’an yang tahun kemarin telah dialntiknya.dengan jumlah 1.828 anak..”Maka dari itu ibu-ibu juga harus cancut tali wondo untuk mempertahankan seni karawitan ini, sehingga perekonomian pelaku seni diantaranya tukang nglatih laku,tukang riyas laku,tukang gong laku. “Maka sibuk yang positif adalah kebangkitan yang luar biasa.dan di Ponorogo ini bukan saya yang hebat,tapi pelakunya yang hebat,” Pungkasnya. ( Hin/Adv)


