Plt. Bupati Ponorogo Apresiasi Pelatihan Budidaya Magot, Paguyuban Setya Dharma Nusantara bersama Rednews Hadirkan Inovasi Bangun Kemandirian Pangan

PONOROGO rednews.co.id- Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita, memberikan apresiasi pada Pelatihan Budidaya Maggot, yang digagas oleh Paguyuban Setya Dharma Nusantara bersama Rednews hadirkan sebuah harapan baru dalam pengelolaan sampah organik melalui budidaya magot. Dengan menggandeng Green Cycle Farm Indonesia Hendro Wahyono trainer magot, pada hari Kamis pagi, (06/08/2026) bertempat di Aula Balai Desa Ngunut, Kecamatan Babadan.

Sampah organik merupakan jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh rumah tangga, pasar tradisional, restoran, industri makanan, dan sektor pertanian serta sebagian besar sampah organik sisa sayuran sisa buah-buahan dan kering rumput sisa makanan limbah pertanian kotoran ternak.

Kepala Desa Ngunut Siti Khotijah melalui sekretaris desa Iwan Tutuko dalam kesempatan ini menyampaikan sangat berterima atas terselenggaranya acara pelatihan magot ini, “Kami berharap agar pendampingan pelatihan ini dapat berjalan lancar, bermanfaat untuk masyarakat terutama kedepannya Desa Ngunut Berseri Muda jadi Berseri Madya, ” terangnya.

Manfaat ekonomi circular dari budidaya maggot ini adalah lingkungan, ekonomi sosial, lingkungan mengurangi sampah mengurangi emisi mengurangi pencemaran ekonomi mendapat pendapatan.

Sementara untuk kandungan nutrisinya adalah protein, lemak, kalsium, fosfor, asam amino esensial, mineral, vitamin karena kandungan tersebut menjadi alternatif sumber protein untuk ikan, ayam, bebek dan burung.

Hadir dalam kesempatan ini Team Paguyuban Sasana Setya Dharma Nusantara bersama Green Cycle Farm Indonesia, media online mataramanpost dan Rednews serta Koperasi Konsumen Asta Dharma Sejahtera, penggiat bank sampah, Tabungan penampungan air, pengurus RT mahasiswa KKN dari UIN Ponorogo dan UIN Yogyakarta.

Manfaat budidaya unggas bagi lingkungan mengurangi sampah organik manfaat budidaya maggot untuk peternakan pengganti pakan mahal maka dapat menjadikan sebagian permukaan tepung ikan protein keuntungan menggunakan Jaya bahkan meningkatkan pertumbuhan ternak memperbaiki konversi pakan dan menambah keuntungan.

Mahasiswa KKN dari UIN Yogyakarta Taufik, telah mengikuti pelatihan budidaya Magot ini sejak tahap pertama, ia sangat antusias karena potensi ekonomi yang tinggi. Apalagi dirinya berharap bisa menguasai sirkulasi ekonomi dari magot ini.

Produk turunan maggot budidaya BSF tidaknya menghasilkan maggot produk turunannya antara lain Maggot segar, maggot kering tepung ,maggot minyak padat, pakan ikan ,pakan unggas, pupuk organik, pupuk cair. Semua produk tersebut memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha yang luas dan menjanjikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita, sangat mengapresiasi sebuah inovasi kemandirian pangan yang digagas oleh Team Paguyuban Sasana Setya Dharma Nusantara. Ia menyampaikan, “Kami sangat mendukung adanya pelatihan budidaya magot di Desa Ngunut, dan berharap terus berkelanjutan untuk pendampingan. Dan agar berkoordinasi dengan dinas terkait yaitu Dinas Lingkungan Hidup, ” demikian terangnya (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *