Kepala BGN Janji Ortu Akan Bisa Pantau Menu hingga Gizi MBG Lewat Sistem

Jakarta rednews.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan transparansi program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dibuka seluas-luasnya kepada publik. Dia menjanjikan mulai minggu depan, orang tua siswa dapat memantau langsung menu hingga kandungan gizi makanan anak-anak mereka melalui sistem digital. “Kami harapkan minggu depan akan bisa diakses oleh seluruh orang tua siswa. Jadi orang tua siswa bisa mengakses by system itu kemudian anaknya sekolah di mana, sekolah itu dapat makan MBG yang menunya apa, dimasak di dapur mana, dan kepala SPPG-nya siapa,” kata Sudaryono dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

Dia menjelaskan sistem ini tidak hanya mencantumkan jenis makanan, tetapi juga informasi mengenai nutrisi yang terkandung di dalamnya. Data ini nantinya bisa diakses oleh berbagai pihak, dari guru, kepala sekolah, hingga dinas terkait di pemerintah daerah.”Stakeholder bisa mendapatkan informasi termasuk kandungan gizi di menu itu. Orang tua siswa, guru, kepala sekolah, kepala daerah, hingga dinas-dinas bisa mengakses informasi ini,” ujarnya.

BGN, kata dia, tengah melakukan perbaikan data pada layanan website resmi. Sudaryono meminta waktu beberapa hari agar data persebaran dapur di tingkat kecamatan hingga kabupaten bisa tersaji secara real-time kepada publik. “Akan kami perbaiki tampilan informasi di layanan website atau di layanan kami bagaimana publik juga bisa tahu berapa jumlah dapur, berapa jumlah dapurnya, berapa jumlah dapur di kecamatan mana, berapa jumlah dapur di kabupaten mana, berapa penerima manfaat, ini akan kita perbaiki,” tutur Sudaryono.

“Kasih saya waktu beberapa hari ini untuk kami perbaiki, sehingga Bapak/Ibu semua mungkin tidak perlu kemudian bertanya secara manual, tapi by system bisa kami provide,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Sudaryono memaparkan tiga masalah utama yang menjadi fokus pembenahan dalam masa awal jabatannya. Mulai dari persoalan korupsi, tata kelola, hingga transparansi.

Sistem komunikasi dan pengawasan yang masih manual dinilai penting untuk dibenahi. Sebab, hal itu rawan memicu ketidakpercayaan publik dan sulit dipantau oleh pemangku kepentingan.”Yang kami coba untuk kami solve adalah bagaimana dari sisi keterbukaan, transparansi, komunikasi, pelibatan banyak pihak, pelibatan instansi lain, kementerian lain, lembaga lain, keterlibatan pemerintah daerah, keterlibatan dinas-dinas itu kemudian dan keterlibatan publik dalam mengawasi apakah itu menu, apakah itu penyaluran, apakah itu dapur, kebersihan, dan lain-lain maka kami berusaha untuk memperbaiki ketiga hal ini,” ucap Sudaryono.

Selain itu, kami telah membangun sebuah transparansi, sebuah cara, dan kami akan kami umumkan di momen berikutnya ya, bagaimana bagaimana publik bisa ikut terlibat mengawasi menu MBG ini, mengawasi makanan yang dibagi ini,” pungkasnya.( Yok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *