Ponorogo rednews.co.id, Ratusan Warga masyarakat desa Temon yang tergabung dalam Aliansi Desa Temon Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo lakukan Aksi demonstrasi dan geruduk kantor desa. Hal tersebut terjadi dikarenakan masyarakat sudah merasa geram dan emosional yang memuncak akibat dari dugaan penggunaan dana desa oleh Kepala desa beserta perangkat yang tidak transparan. Tidak hanya itu saja, dalam pembagian BLT maupun Bansos juga tidak tepat sasaran. Demonstrasi tersebut melibatkan hampir semua masyarakat desa Temon dari berbagai elemen. Dalam orasinya, kegeraman mereka tertuang dalam poster bertuliskan “Tikus kantor waktunya nyonyor”, “Desa ini darurat keuangan”, serta “Buka laporan keuangan desa”.
Menurut Hari Santoso alias Penthol selaku koordinator Demo menyampaikan uneg-unegnya dalam orasinya, Aliansi Desa Temon bersama masyarakat yang tergabung dalam demo tersebut menginginkan Kades Temon Joko Prasetyo alias Kuthil beserta perangkat transparan dalam penggunaan dana desa dan adil dalam pembagian Bansos. Adapun tuntutannya sebagai berikut Transparansi penggunaan dana desa dan tanggung jawab serta publikasi secara berkala dan jangan ada lagi anggaran yg disembunyikan,Transparansi anggaran ketahanan pangan dari 2022 sampai dengan 2024, Kebijakan kepdes terkait BLT DD yg tidak tepat sasaran, pertanggung jawaban BUMDES Desa Temon sampai saat ini tidak ada kejelasan pelaporan dr ketua BUMDES, Tidak adanya laporan dari pengguna anggaran desa yang tidak bisa dipertanggung jawabkan dan yang terakhir tuntutan mundur kepala desa dan perangkat desa yg terlibat penyalahgunaan anggaran dana desa.
Hal tersebut di atas juga diungkapkan Muji salah satu warga RT 01 RW 06 desa Temon yang ikut dalam penyampaikan pendapat.Menurutnya sudah terlalu banyak program progam pemerintah tidak tepat sasaran salah satunya, terkait bantuan kambing, yang mana Joko Prasetyo tidak menyalurkan bantuan kambing senilai 180juta dan malah menjual kambing tersebut, setelah dikonfirmasinya Joko prasetyo mengakui telah menjual kambing tersebut dan sudah mengembalikan serta memberikan 5 ekor kambing ke setiap RT kepada masyarkat.
Lanjut Muji, Dana desa mulai dari tahun 2019 sampai sekarang belum diberikan kepada masyarakat,” oleh karena itu saat ini masyarakat menuntut bukti dan pelaporan LPJ terkait bansos tersebut karena dari semua perangkat desa memberikan pernyataan kalau dana desa yg tidak tersalurkan habis untuk dana covid,”pungkas Muji.
Sampai berita diturunkan Kepala Desa dan Semua perangkat masih belum bisa dikonfirmasi. Dalam Pengamanan Demo tersebut Anggota Polres Ponorogo juga bergerak dalam pengamanan. Demo berlangsung damai dan kondusif. (Erc)




